Pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2006).
Pupuk non organik adalah jenis pupuk yang berasal dari bahan anorganik, biasanya mengandung unsur hara / mineral tertentu. Jenis pupuk ini biasa dikenal pula dengan sebutan pupuk kimia.
Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo diambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata ”lego” berarti luas dan ”dowo” berarti memanjang. Legowo di artikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong.
Benih padi yang digunakan adalah varietas unggul berlabel sesuai anjuran setempat dengan kebutuhan benih 25 kg/ha.
Luas lahan persemaian seluas 10% dari luas lahan yang akan ditanami. Umur persemaian 15-17 hari.
Luas lahan persemaian seluas 10% dari luas lahan yang akan ditanami. Umur persemaian 15-17 hari.
Pengaturan air. Pengaturan air macak-macak 3-4 HST. Setelah 10-15 HST (sesudah penyiangan dan pemupukan susulan pertama) air dimasukkan mengikuti tinggi tanaman. Pemupukan. Pupuk dasar diberikan dengan cara disebar pada tanaman padi dengan dosis 1/3 bagian Urea dan seluruh dosis SP-36 dan KCI. Pupuk susulan pertama diberikan pada umur 15 HST (sesudah penyiangan) dan pupuk susulan kedua pada umur 45 HST. Dosis pupuk sesuai anjuran setempat. Penyiangan. Penyiangan dilaku- kan pada umur 10-15 HST sebelum pemberian pupuk susulan dan selanjutnya tergantung keadaan gulma. Pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama penyakit dilakukan dengan sistem PHT.
Hasil penelitian di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau menunjukkan bahwa sistem tanam legowo-2:1 dibandingkan dengan sistem tanam pindah biasa, memberikan beberapa keuntungan seperti : peningkatan produksi rata-rata 1,3 t/ha, memudahkan serta mengurangi biaya produksi yang disebabkan karena berkurangnya waktu dan biaya tenaga kerja untuk penyiangan gulma dan pemupukan.
Indonesia diberkahi dengan kekayaan alam yang melimpah, menghasilkan berbagai macam komoditas pertanian penting. Berikut beberapa contohnya:
Indonesia adalah salah satu negara penghasil padi terbesar di dunia. Pada tahun 2022, produksi padi Indonesia mencapai 54,6 juta ton. Beras, hasil gilingan padi, merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Jagung merupakan komoditas pangan penting lainnya di Indonesia. Jagung digunakan sebagai bahan baku makanan ternak, makanan ringan, dan tepung maizena
Singkong merupakan sumber karbohidrat penting bagi masyarakat Indonesia. Singkong diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti tape, gorengan, dan tepung tapioka.
Indonesia menghasilkan berbagai macam sayuran, seperti bayam, kangkung, sawi, tomat, dan cabai. Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral penting bagi tubuh.
Indonesia menghasilkan berbagai macam buah-buahan, seperti mangga, pisang, durian, jeruk, dan apel. Buah-buahan merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat penting bagi tubuh.
Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku berbagai macam produk, seperti minyak goreng, sabun, kosmetik, dan biofuel.
Indonesia adalah produsen karet alam terbesar kedua di dunia. Karet alam digunakan sebagai bahan baku berbagai macam produk, seperti ban, sarung tangan, dan kasur.
Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga di dunia. Kakao diolah menjadi cokelat, minuman cokelat, dan berbagai macam produk lainnya.
Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia. Kopi Indonesia terkenal dengan hương vịnya yang khas dan berkualitas tinggi.
Indonesia adalah produsen teh terbesar keenam di dunia. Teh Indonesia terkenal dengan hương vịnya yang khas dan menyegarkan.
sebagai salah satu penyuluh di BPP Kragilan